Beranda » Finansial & Investasi

Doa Setelah Sholat Hajat yang Mustajab, Bacaan Arab Latin Lengkap Beserta Artinya

Mencari dan solusi atas segala permasalahan hidup? bisa menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Ritual ini memiliki keutamaan luar biasa, terutama saat dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan. Setelah menunaikan sholat hajat, ada rangkaian yang sangat dianjurkan untuk dibaca, dipercaya dapat mengantarkan segala permohonan agar lebih mudah dikabulkan.

Doa setelah sholat hajat bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah ikrar tulus yang diucapkan dari lubuk hati terdalam. Mengandung harapan, pengakuan akan kebesaran Allah, serta permohonan ampunan dan pertolongan. Memahami bacaan doa ini secara lengkap, baik dalam tulisan Arab, Latin, maupun terjemahannya, akan membantu setiap muslim untuk lebih meresapi makna dan tujuan dari setiap lantunan doanya. Mari kita selami lebih dalam keajaiban doa setelah sholat hajat yang mustajab ini.

Mengenal Sholat Hajat: Waktu, Niat, dan Tata Caranya

Sholat Hajat adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam . Sholat ini dikerjakan ketika seseorang memiliki hajat atau keinginan tertentu yang ingin disampaikan kepada Allah SWT. Keberadaannya menjadi bukti bahwa setiap muslim memiliki tempat untuk mencurahkan segala asa dan kegelisahan, langsung kepada Sang Pencipta.

Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Hajat

Sholat hajat bisa dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam. Namun, ada beberapa waktu yang dianggap paling mustajab untuk menunaikannya. Waktu-waktu ini dipercaya memiliki keberkahan lebih, sehingga doa-doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan.

  1. Sepertiga Malam Terakhir: Ini adalah waktu paling utama. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan bertanya, "Adakah yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya? Adakah yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya?"
  2. Setelah Sholat Wajib: Melaksanakan sholat hajat setelah sholat wajib, seperti sholat Isya atau sholat Tahajud, juga merupakan waktu yang baik. Ini menunjukkan konsistensi dalam beribadah.
  3. Di Antara Adzan dan Iqamah: Waktu ini juga termasuk mustajab untuk berdoa.
  4. Saat Hujan Turun: Ketika hujan turun, pintu-pintu langit terbuka, dan doa-doa lebih mudah diterima.
  5. Hari Jumat: Terutama di antara sholat Ashar hingga Maghrib, adalah waktu yang istimewa untuk berdoa.

Niat Sholat Hajat

Niat adalah pondasi utama dalam setiap ibadah. Mengucapkan niat dengan sungguh-sungguh di dalam hati, bahkan melafalkannya, akan menegaskan tujuan ibadah yang akan dilakukan.

Lafal Niat Sholat Hajat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: "Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillaahi ta’aalaa"

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Melaksanakan Sholat Hajat

Melaksanakan sholat hajat pada dasarnya mirip dengan sholat sunnah lainnya. Kekhusyukan dan fokus pada setiap gerakan serta bacaan menjadi kunci utama.

  1. Takbiratul Ihram: Memulai sholat dengan mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Membaca Doa Iftitah: Doa pembuka sholat.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib dalam setiap rakaat.
  4. Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek. Ada anjuran untuk membaca Ayat Kursi 1 kali pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas 1 kali pada rakaat kedua. Atau bisa juga membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  5. Ruku’: Membungkuk dengan tuma’ninah.
  6. I’tidal: Bangun dari ruku’.
  7. Sujud: Menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
  8. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sebentar di antara dua sujud.
  9. Sujud Kedua: Melakukan sujud kembali.
  10. Berdiri untuk Rakaat Kedua: Mengulangi langkah 3-9.
  11. Tasyahud Akhir: Duduk tasyahud dan membaca bacaan tasyahud.
  12. Salam: Mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Sholat hajat dapat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.

Doa Setelah Sholat Hajat: Memohon dengan Penuh Harapan

Setelah menunaikan sholat hajat, momen paling penting adalah memanjatkan doa. Inilah saatnya untuk mencurahkan segala isi hati, keinginan, dan permohonan kepada Allah SWT. Doa yang dipanjatkan setelah sholat hajat memiliki keistimewaan tersendiri, karena dilakukan setelah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah.

Ada beberapa doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah sholat hajat. Doa-doa ini mengandung pujian kepada Allah, sholawat kepada SAW, permohonan ampunan, dan tentu saja, permintaan akan hajat yang diinginkan. Mengucapkan doa-doa ini dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati akan membuka pintu-pintu rahmat dan kemudahan.

Bacaan Doa Setelah Sholat Hajat (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Berikut adalah rangkaian doa yang bisa dibaca setelah sholat hajat. Disarankan untuk membacanya secara berurutan agar lebih sempurna.

  1. Memuji Allah SWT dan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

    Awali doa dengan memuji keagungan Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah adab yang baik dalam berdoa, menunjukkan pengakuan atas kebesaran-Nya dan kecintaan kepada Rasul-Nya.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

    Latin: "Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukaafiu maziidah. Yaa Robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthoonik. Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad."

    Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, dengan pujian yang sepadan dengan nikmat-Nya dan mencukupi tambahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana layaknya keagungan Dzat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad."

  2. Membaca Doa Nabi Yunus AS

    Doa Nabi Yunus AS adalah doa yang sangat powerful, diucapkan ketika beliau berada dalam kesulitan besar. Doa ini mengandung pengakuan akan keesaan Allah dan permohonan ampunan.

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Latin: "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin."

    Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)

  3. Membaca Doa Khusus Sholat Hajat

    Doa ini adalah inti dari permohonan hajat. Mengandung pengakuan akan kebesaran Allah, permohonan ampunan, dan permintaan akan segala kebaikan.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

    Latin: "Laa ilaaha illalloohul haliimul kariim. Subhaanalloohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. As’aluka muujibaati rohmatika, wa ‘azaa’ima maghfirotika, wal ghoniimata min kulli birrin, was salaamata min kulli itsmin. Laa tada’ lii dzanban illaa ghofartah, wa laa hamman illaa farrojtah, wa laa haajatan hiya laka ridhon illaa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin."

    Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Arsy yang Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, dan hal-hal yang menguatkan ampunan-Mu, dan keuntungan dari setiap kebaikan, serta keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa padaku melainkan Engkau ampuni, dan janganlah Engkau biarkan kesusahan padaku melainkan Engkau lapangkan, dan janganlah Engkau biarkan hajat yang Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."

  4. Memanjatkan Hajat Pribadi

    Setelah membaca doa-doa di atas, ini adalah saatnya untuk menyampaikan hajat atau keinginan secara spesifik. Ucapkanlah dengan bahasa yang tulus, jujur, dan penuh harap. Tidak perlu menggunakan bahasa Arab jika tidak menguasainya, cukup dengan bahasa ibu. Sampaikan apa yang menjadi beban pikiran, harapan, dan tujuan.

    Contoh permohonan hajat:

    • "Ya Allah, hamba memohon agar Engkau mudahkan urusan pekerjaan hamba…"
    • "Ya Allah, hamba memohon kesembuhan untuk penyakit hamba…"
    • "Ya Allah, hamba memohon agar Engkau berikan jodoh yang terbaik untuk hamba…"
    • "Ya Allah, hamba memohon agar Engkau lancarkan rezeki hamba…"
  5. Menutup Doa dengan Shalawat dan Hamdalah

    Akhiri doa dengan kembali bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memuji Allah SWT.

    وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

    Latin: "Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam, walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin."

    Artinya: "Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."

Adab Berdoa Agar Mustajab

Berdoa bukan sekadar melafalkan kata-kata. Ada adab dan etika yang perlu diperhatikan agar doa yang dipanjatkan lebih berpeluang untuk dikabulkan. Adab ini menunjukkan kesungguhan dan penghormatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Tips Agar Doa Lebih Mudah Dikabulkan

  1. Yakin Sepenuh Hati: Percayalah bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Keraguan sedikit pun bisa menjadi penghalang doa.
  2. Khusyuk dan Rendah Hati: Berdoalah dengan hati yang hadir, fokus, dan merasa rendah diri di hadapan Allah.
  3. Memulai dengan Pujian dan Shalawat: Awali doa dengan memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah kunci pembuka doa.
  4. Mengaku Dosa dan Memohon Ampun: Sebelum meminta hajat, akui dosa-dosa dan mohon ampunan. Dosa bisa menjadi penghalang doa.
  5. Menghadap Kiblat: Meskipun tidak wajib, menghadap kiblat saat berdoa adalah adab yang baik.
  6. Mengangkat Tangan: Mengangkat kedua tangan saat berdoa menunjukkan kerendahan hati dan permohonan.
  7. Tidak Tergesa-gesa: Berdoalah dengan tenang, tidak terburu-buru, dan berikan jeda untuk meresapi setiap kalimat.
  8. Mengulang-ulang Doa: Jika hajat belum terkabul, jangan putus asa. Teruslah berdoa, bahkan mengulang-ulang doa yang sama.
  9. Berdoa di Waktu Mustajab: Manfaatkan waktu-waktu yang disebutkan di atas untuk berdoa.
  10. Menjaga Hati dan Perilaku: Pastikan hati bersih dari dengki, iri, dan perilaku buruk lainnya. Makanan dan rezeki yang halal juga sangat mempengaruhi terkabulnya doa.
  11. Bersedekah: Bersedekah sebelum atau setelah sholat hajat bisa menjadi pelengkap yang memperkuat doa.

Hikmah dan Keutamaan Sholat Hajat

Sholat Hajat bukan hanya tentang meminta, tetapi juga tentang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada banyak hikmah dan keutamaan yang terkandung di dalamnya, melebihi sekadar terkabulnya sebuah permohonan.

Manfaat Spiritual dan Duniawi

  • Meningkatkan Keimanan: Melaksanakan sholat hajat secara rutin akan memperkuat keyakinan akan kekuasaan Allah.
  • Melatih Kesabaran: Terkadang, hajat tidak langsung terkabul. Ini melatih kesabaran dan keikhlasan dalam menunggu takdir terbaik dari Allah.
  • Menghilangkan Kegelisahan: Dengan mencurahkan segala isi hati kepada Allah, beban pikiran dan kegelisahan akan berkurang.
  • Meraih Ketenteraman Hati: Dekat dengan Allah akan mendatangkan ketenteraman dan kedamaian batin.
  • Pahala yang Berlimpah: Sebagai ibadah sunnah, sholat hajat mendatangkan pahala yang besar.
  • Terkabulnya Hajat: Tentu saja, tujuan utama sholat ini adalah agar hajat yang diinginkan dapat terkabul atas izin Allah.
  • Mendapatkan Pertolongan Allah: Sholat hajat adalah bentuk tawakkal dan penyerahan diri kepada Allah, sehingga pertolongan-Nya akan datang.
  • Terhindar dari Perbuatan Dosa: Dengan selalu mengingat Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, seseorang akan lebih termotivasi untuk menjauhi perbuatan maksiat.

Melaksanakan sholat hajat dan memanjatkan doa setelahnya adalah bentuk komunikasi paling intim antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ini adalah jembatan untuk menyampaikan segala harapan, ketakutan, dan keinginan, dengan keyakinan penuh bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT.

FAQ Seputar Sholat Hajat dan Doanya

Ada beberapa pertanyaan umum yang sering muncul seputar sholat hajat dan doa-doanya. Menjelaskan hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.

Apakah Doa Sholat Hajat Harus Bahasa Arab?

Tidak harus. Meskipun ada doa-doa khusus dalam bahasa Arab yang dianjurkan, seseorang bisa memanjatkan hajat pribadinya dengan bahasa apa pun yang dikuasai, termasuk bahasa Indonesia. Allah Maha Memahami segala bahasa dan isi hati hamba-Nya. Yang terpenting adalah ketulusan dan kekhusyukan dalam berdoa.

Berapa Kali Sholat Hajat Bisa Dilakukan?

Sholat hajat bisa dilakukan berulang kali sesuai kebutuhan dan keinginan. Tidak ada batasan jumlah berapa kali sholat hajat boleh dikerjakan. Bahkan, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya secara rutin jika seseorang memiliki hajat yang sangat penting.

Apakah Ada Doa Khusus untuk Hajat Tertentu?

Secara umum, doa setelah sholat hajat yang telah disebutkan di atas sudah mencakup permohonan segala kebaikan. Namun, seseorang bisa menambahkan doa-doa spesifik sesuai hajatnya, misalnya doa memohon jodoh, doa memohon kelancaran rezeki, doa kesembuhan, dan lain sebagainya. Intinya adalah menyampaikan hajat tersebut dengan jelas kepada Allah.

Bolehkah Wanita Haid Melaksanakan Sholat Hajat?

Tidak. Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan melaksanakan sholat, termasuk sholat hajat. Namun, mereka tetap bisa memanjatkan doa-doa hajat tanpa sholat. Doa tetap akan didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hajat Belum Terkabul?

Jika hajat belum terkabul, jangan putus asa. Teruslah berdoa, tingkatkan ibadah, perbaiki diri, dan bersabar. Allah SWT memiliki waktu dan rencana terbaik bagi setiap hamba-Nya. Terkadang, penundaan adalah bentuk kasih sayang Allah, atau mungkin akan diganti dengan yang lebih baik, atau menjadi tabungan pahala di akhirat. Husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah adalah kuncinya.

Apakah Ada Surat Pendek Khusus yang Dianjurkan untuk Sholat Hajat?

Ada beberapa anjuran surat pendek. Pada rakaat pertama, bisa membaca Ayat Kursi 1 kali atau Surat Al-Kafirun 1 kali. Pada rakaat kedua, bisa membaca Surat Al-Ikhlas 1 kali. Namun, membaca surat pendek lainnya juga diperbolehkan. Yang terpenting adalah membaca Al-Fatihah dan kemudian surat pendek.

Apakah Sholat Hajat Wajib Dilakukan Sendiri?

Sholat hajat umumnya dilakukan secara individu atau sendiri. Tidak ada anjuran untuk melaksanakannya secara berjamaah. Kekhusyukan pribadi dalam menyampaikan hajat kepada Allah lebih diutamakan dalam ibadah ini.


Demikianlah penjelasan lengkap mengenai sholat hajat dan doa- setelahnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menjadi bagi setiap muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon segala hajatnya. Ingatlah, kekuatan doa adalah luar biasa, asalkan dipanjatkan dengan tulus, yakin, dan diiringi dengan usaha terbaik. Segala data yang disebutkan di atas bersifat umum dan dapat bervariasi tergantung pada mazhab atau pandangan ulama tertentu. Selalu disarankan untuk merujuk pada sumber-sumber keagamaan yang terpercaya.

Farrel Adityawan
Penulis Teknologi & Inovasi Digital | Web |  + posts

Farrel Adityawan, S.Kom adalah penulis teknologi dan inovasi di simasjateng.id. Fresh graduate Ilmu Komputer berprestasi yang aktif mengulas AI tools, gadget, smartphone, dan aplikasi mobile terkini dengan gaya penulisan santai dan mudah dipahami semua kalangan.

Berita Terkait: